PASTIKAN ANDA TERGABUNG DALAM YOGA RUTIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH UKM YOGA SETIAP HARI MINGGU DI KAMPUS STAHN GPM JAM 07.00 SUDAH MULAI.

Jumat, 11 April 2014

Mau berkonsentrasi….?????

By : Ida Kade Suparta
Hae sobat, saya pengen berbagi experince ne tentang KONSENTRASI,,,,,,,,,,
Secara umum kita ketahui bahwa memusatkan pikiran (berkonsentrasi) saat bersembahyang maupun pra meditasi merupakan hal yang sulit. Sulit kalau kita hanya membayangkannya saja, akan tetapi mudah kalau kita melakukannya. Konsentrasi dalam sembahyang atau pra meditasi berbeda-beda, ada yang konsentrasi pada imajinasi gambar maupun wujud tertentu, ada yang konsentrasi pada cahaya yang terkadang muncul pada saat memejamkan mata, ada pula konsentrasi yang kita sendiri tidak tau apa yang kita konsentrasikan akan tetapi kita merasa nyaman pada saat itu. Jadi temen-temen bisa pilih konsentrasi apa yang diinginkan. Hal yang paling penting untuk cepat berkonsentrasi adalah latihan, kalau temen-temen jarang latihan maka jangan harap temen-temen dengan mudah bisa berkonsentrasi. Latihan rutin merupakan kunci untuk membuka pikiran menuju konsentrasi. Latihan yang bisa dilakukan ialah latihan asana dan pranayama. Latihan asana yang rutin akan membuat tubuh kokoh untuk duduk, kalau tubuh kokoh dan bisa duduk dalam jangka waktu yang lama maka untuk mencapai konsentrasi menjadi lebih mudah karena konsentrasi bagi pemula membutuhkan proses yang lumayan lama. Jangan lupa juga berlatih pranayama karena ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam berkonsentrasi, anda bisa berlatih pernafasan sebelum sembahyang atau pra meditasi seperti pernafasan nadi sodhana atau anuloma viloma, bhastrika, dan kapalabhati. Ke tiga pernafasan ini sangat bagus dilakukan untuk mengontrol pikiran, usahakan latihan setiap hari dan jangan pernah bolong…..
Sesudah berlatih ini, mulailah duduk dan lantunkan beberapa mantra sesuai nyamannya anda, setelah itu duduk santai untuk mulai berlatih konsentrasi. Kalau anda ingin berkonsentrasi pada wujud atau gambar maka bayangkan terus wujud atau gambar itu sambil menyebut namanya dalam hati, jika mau konsentrasi pada cahaya maka bayangkan cahaya di depan anda atau bisa menggunakan lilin dengan cara memandang beberapa saat kemudian pejamkan mata maka akan muncul cahaya lilin tersebut di depan anda dan mulailah focus pada cahaya tersebut agar cayaha tersebut tidak bergerak, membias, atau menghilang, jika cahaya itu hilang maka bukalah mata dan pandang lagi dan tutup mata lagi, lakukan berulang-ulang. Namun jika anda mau berkonsentrasi hanya untuk merasakan kenyamanan maka anda hanya perlu duduk hening saja, biarkan pikiran berkelana tetepi jangan diikuti pikiran-pikiran itu seolah-olah pikiran itu hanya kita lihat tetapi kita tidak menganalisis pikiran tersebut, maka lama kelamaan pikiran tersebut seolah-olah menyatu dan anda dapat menemukan titik konsentrasi berupa kenyamanan. Memang berlatih ini tidak bisa hanya satu atau dua hari saja, akan tetapi bila temen-temen mau mengikuti instruksi di atas maka temen-temen bisa melihat perubahannya dalam wakatu sebulan. Perlu diingat harus latihan rutin,,,,,,ok

LEBIH SERING BERLATIH, LEBIH CEPAT BISA, ENJOY SEMUA LATIHAN JANGAN DIJADIKAN BEBAN PIKIRAN…..he

Jumat, 04 April 2014

Berbagai Jenis Puasa dan Manfaatnya

Dalam Ayurveda malah dikenal metoda pembersihan (pancakarma) yang hampir keseluruhannya berhubungan dengan perut, seperti emesis (obat membikin muntah), purgasi (urus-urus, pengosongan perut), enema (memasukkan cairan melalui dubur). Malah telah dibuktikan bahwa hanya dengan metoda pembersihan ini saja berbagai (gejala) penyakit bisa disembuhkan. Untuk hal yang pertama dalam Ayurveda dianjurkan demikian banyaknya cara, mulai dari puasa makanan yang keras (dan hanya minum air atau juice saja), sampai dengan puasa beberapa jam, bebarapa hari dan seterusnya.
Puasa (upavasa) dalam hubunganya dengan vrata adalah disiplin diri yang dilakukan untuk tujuan rohani. Ini dilakukan dalam hubungannya dengan kemauan alamiah dari tubuh dan gangguan dunia luar. Dia berisi latihan yang bersifat ke dalam, pemujaan yang dilakukan dalam hati, analisa diri dan tindakan luar seperti menjauhi sex, menyakiti diri dan tentu saja puasa.
Ada juga puasa diam (mauna, monabrata, bhs Bali) yang menuntun jiwa ke dalam samadhi. Dengan disiplin diam, kita menghilangkan kelebihan yang mengalir dari lidah, umpatan, fitnah, bujukan. Kita tidak bisa mendengar suara Tuhan apabila pikiran kita diboroskan, diberikan kegiatan yang menggelisahkan dan dipenuhi dari luar dan dari dalam dengan keributan. Kemajuan dalam kebisuan adalah kemajuan dalam realisasi jiwa. Ketika kebisuan turun kepada jiwa, kegiatannya disatukan dengan kekuatan kreatif yang bisu dari Tuhan (Radhakrishnan).
Yang lain dan yang sangat menonjol bagi orang Hindu etnis Bali adalah brata hari raya Nyepi. Rupanya hari raya ini umurnya jauh melampaui tradisi Hindu/Buddha yang masuk ke bumi Nusantara. Dia merupakan tradisi purba yang sudah ada sebelumnya dan kemudian diteruskan dan dilestarikan dalam kebudayaan Hindu. Di mana hari raya Hindu biasanya diisi dengan kegembiraan seperti layaknya festival atau keramaian (bahkan di Majapahit sendiri demikian), tapi saat Nyepi sebaliknya dihormati dengan amati karya, amati geni, amati lelanguan.
Puasa lainnya yang dilaksanakan di India adalah Pradosha Vrata. Dalam brata ini, dia yang melaksanakannya haruslah puasa pada siang harinya. Dan tetap siaga pada malam harinya sesudah selesai puasa. Mandi sejam sebelum matahari terbenam. Para penyembah pertama-tama menjalankan sembah permulaan kepada Batara Shiwa, bersama semua keluarga dekat-Nya, yaitu Parvati, Ganesha, Skanda (Kartikeya) dan (Lembu) Nandi. Setelah pemujaan kepada Ganesha, Bhatara Shiwa disembah dalam kalasha khusus (jun, bhs Bali) yang ditempatkan pada mandala sama sisi dengan bunga padma dilukis di dalamnya dan ditaburi rumput dharba. Setelah upacara selesai, kisah mengenai Pradosha dibacakan dan didengarkan oleh para penyembah, kemudian dilanjutkan dengan pengucapan Mahamrtyunjaya Mantra sebanyak 108 kali. Pada akhirnya air suci dalam kalasha diambil, abu suci (vibhuti) ditempelkan pada kening dan air bekas mencuci pratima diminum. Hadiah berupa sebuah pot, seperangkat busana dan pratima Batara Shiwa diberikan kepada seorang brahmana sebagai penutup upacara.
Puasa ekadasi (hari/tanggal sebelas) sudah populer di sekitar kita, karena dia mungkin merupakan puasa yang paling ‘ringan.’ Tanggal sebelas kalender bulan (lunar) hanya terjadi dua kali dalam sebulan, yaitu tanggal sebelas pada bulan terang dan pada bulan gelap. Jadi berlainan misalnya dengn puasa Senin-Kamis yang berarti 8 – 10 kali dalam sebulan. Dan kalau kita mengambil puasa ‘yang biasa’ saja maka kita bisa saja mulai puasa sejak dini hari sampai dengan jam 18.00 sore harinya. Akan tetapi untuk mengambil ukuran yang umum di Bali, kita seyogyanya mulai berhenti menyantap makanan dan minuman sejak jam 18.00 sore dan sesudah itu baru makan-minum keesokan harinya persis menjelang jam 18.00. Jadi genap 24 jam.
Dalam tradisi Waisnawa, setiap bulan dalam menjalankan puasa ekadasi memiliki makna khusus dan mereka yang menjalankannya juga dituntut utuk menjalankan segala sesuatunya dengan semestinya. Satu lagi puasa yang populer di India Utara adalah Satya Narayana Vrata. Diperlukan waktu sekitar 3 jam untuk menyelesaikan semua upacara dan biasanya vrata ini dilaksanakan pada hari purnama, khususnya bulan Kartika, Sravana dan Chaitra dan tentu saja hari Shankranti (mulainya matahari ‘bergerak’ baik ke selatan maupun ke utara). Dia juga bisa dilaksanakan pada hari hari bulan baru (tanggal muda).
Asal muasal vrata ini dimulai ketika Rsi Narada mengunjungi bumi, di mana beliau melihat penderitaan umat manusia yang tiada habisnya dan putus asa karena tidak menemukan pemecahannya. Karena itulah beliau mendekati Batara Narayana dan menceriterakan kesedihannya. Narayana bersabda kepada Narada: ”Wahai Rsi mulia, mintalah umat untuk melaksanakan Satya Nrayana Vrata pada sore hari pada hari shankranti atau purnama. Anjurkanlah mereka untuk mendengarkan kisah (Katha) dari Satya Narayana. Semua kesulitan akan berakhir dan tidak perlu keraguan atas hal ini.”
Karena itulah Narada kembali ke bumi dan mengkotbahkan keagungan Satya Narayana Vrata. Mereka diharapkan untuk puasa pada siang harinya dan ternyata mereka akhirnya memperoleh apa yang mereka inginkan. Semuanya menjadi bahagia dan makmur.  Pelaksanaan vrata ini tidak memerlukan biaya banyak. Anda hanya perlu memberikan daksina ala kadarnya kepada pendeta yang membacakan lima kisah yang berhubungan dengan vrata ini yaitu ceritera Rsi Narada di atas, Kisah Mengenai Seorang Brahmana Miskin, Kisah Mengenai Tukang Kayu, Kisah Mengenai Seorang Saudagar dan terakhir Kisah Mengenai Prabhu Tungadhwaja.Semua kisah ini menjelaskan mengenai keagungan dan murah hati Batara Narayana. Mereka yang mendengarkan kisah ini dengan penuh bhakti dan keimanan akan memperoleh manfaat (rohani dan kebendaan) yang luar biasa. Dan prasadam (surudan) yang biasanya disajikan tidak perlu mahal; sedikit buah dan kue sudah cukup.
“DWI HARIANTI”



Pelantikan Niskala Pengurus UKM Yoga Periode 2014-2015


















Yang Paling Sering dikunjungi